Rabu, 03 Februari 2010

KEJAR PAKET C RINTISAN MURNI VOKASI SISTEM TERBUKA PROGRAM UNGGULAN BERBASIS IT

MELIHAT PKBM TETANGGA....
MUNGKIN BISA MENJADIKAN SEBUAH INSPIRASI KITA

Latar Belakang


FOREST

The environment is an important part of our life. In a beautiful country as Indonesia, nature has to be taken care of. Argowilis is aware of the actual problems that affect the forests of Indonesia as for example massive disforestation. Together with the forest government, Perhutani, and other organizations are trying to preserve what is one of the most valuable patrimonies of Indonesia for the high percentage of people who live in and from the forest and whose lives rely on it.
It’s not an easy task: just in Sokawera village there are 561 hectares to be controlled and preserved form human impact. Although, step by step, Argowilis is reaching one clear objective: to conscience the people about the importance of the environment. Because the only way o save the forests is working all together.
NO FOREST… NO WATER... NO LIFE…

EDUCATION

The second main goal of Argowilis is education, especially for the people who can not afford or have lost the chance of a formal education.
Some of the educational programs that this organization performs are: kindergarten, non formal school (paket B and C), live skill and women empowerment. The majority of these activities take place at the Argowilis centre, located in Sokawera village. Also, in recent years, they have expanded their educational projects to other villages as Serang _ Purbalingga or Glempang.
As a volunteer, mostly as English teacher, I have experienced what it means for all these people the support that they receive from Argowilis. To emphasise my words I would like to explain the case of Serang:
Argowilis provide teachers three times a week. It implies the traveling costs and the time of the people who accompanies the teacher (for it’s pretty far from Sokawera) just for a two hours class of English.
But all this effort can not be valued in a material way, because all this effort provides to the young students of Serang a chance where before there wasn’t. Through education they provide a chance for a better future. And in my modest opinion, I think that they succeed because they believe in what they do.
I am sure that the majority of these students will compensate all this effort and as a result it will become as benefits for the people of Indonesia.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat / PKBM Argowilis terletak di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sumberdaya Alam berupa Hutan di Propinsi Jawa Tengah.

Di Kaki Gunung Slamet bagian Barat daya tepatnya di desa Sokawera Kec. Cilongok disinilah PKBM Argowilis melakukan berbagai aktivitasnya.

Salah satu aktifitas yang dijalani pada tahun 2009 adalah menyelenggarakan program pendidikan Kesetaraan Paket C Setara SMU. Pada Program ini, khususnya kelas 2 merupakan Program Rintisan Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka PKBM Argowilis yang diikuti oleh 70 warga belajar yang dibagi menjadi 2 Kelas.

Paket C Murni Vokasi Sistem Terbuka merupakan Salah satu model terbaru dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan khususnya Paket C yang diselenggarakan di PKBM Argowilis. Murni Vokasi mengandung maksud dalam pembelajarannya berisi 50 % mata pelajaran umum dan 50 % berisi materi keterampilan sesuai dengan karakteristik maupun unggulan Lokal.
Terbuka mengandung maksud bahwa pada program ini warga belajar dapat menentukan sendiri kapan WB mau belajar dan dimana disesuaikan dengan keterbatasan dan kesempatan yang dimiliki oleh Warga belajar dan Tutor.
Jenis keterampilan yang dikehendaki oleh warga belajar disesuaikan dengan keinginan, keahlian dan sumberdaya yang dimiliki oleh WB sendiri.
Dalam Program Rintisan ini PKBM Argowilis mencoba mengaplikasikan Program Unggulan Agroforestry Berbasis Teknologi Informasi / IT. Dalam Pembelajarannya PKBM Argowilis memasukkan materi berupa teori dan praktek Agroforestry yang dikombinasikan dengan materi dan praktek Teknologi Informasi sebagai pendukung Agoroforestry.

RINTISAN PAKET C MURNI INTEGRASI VOKASI TERBUKA

Pengertian
Paket C Murni Integrasi Vokasi Terbuka adalah program pendidikan kesetaraan Paket C setara SMA yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pembelajaran keterampilan siap kerja dengan pola pembelajaran disesuaikan dengan potensi, karakteristik, perkembangan, dan kondisi peserta didik.

1) Konsep Vokasi
Kecakapan vokasi (vocasional skill) dan Kecakapan akademik (academic skill) termasuk kedalam kecakapan hidup spesifik. Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan vokasi terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kelebihan pendidikan vokasi antara lain, peserta didik secara langsung dapat mengembangkan keahliannya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan atau bidang tugas yang akan dihadapinya. Seperti Kecakapan dalam bidang pekerjaan tertentu, kecakapan menciptakan atau membuat produk, dan berwirausaha. (Puskur Balitbang Depdiknas).

2) Integrasi Vokasi
Ciri khas pencapaian SKL program Paket C adalah memiliki keterampilan berwirausaha. Pencapaian kompetensi tersebut dikembangkan melalui mata pelajaran keterampilan fungsional yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan secara terintegrasi dan/ atau dalam bentuk mata pelajaran tersendiri. (Permen Diknas No.23/2006)
Materi belajar muatan lokal merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan. Pengembangan kepribadian profesional merupakan kemampuan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengelola potensi, bakat, minat, prakarsa, kemandirian, tindakan, dan waktu secara profesional sesuai tujuan dan kebutuhan.

3) Pola Pembelajaran Terbuka
Pola pembelajaran terbuka adalah pola pembelajaran yang menekankan belajar mandiri dan peserta didiknya bebas menentukan pilihan pembelajaran dalam mencapai kompetensinya. Peserta didik tidak terikat dalam menentukan pilihan bahan ajar, ruang, waktu pembelajaran, dan nara sumber. Peserta didik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan belajarnya, menggunakan kesempatan, penyelesaian dan ketuntasan pencapaian kompetensi dengan bimbingan tutor atau mencari sumber belajar lainnya untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan dalam program kesetaraan.

Terbuka berarti bahwa peserta didik lebih leluasa dalam menentukan pilihan.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam menentukan kecepatan/ Lama waktu pembelajaran dan peserta didik dapat menentukan sendiri waktu belajarnya, sesuai dengan kemauan dan waktu yang dimilikinya. Pembatasan waktu ditentukan oleh ujian semester, waktu ujian nasional.
Peserta didik mempunyai keleluasaan dalam memilih tempat belajar. Belajar dapat dilakukan di rumah, di perpustakaan, di tempat kerja, atau di mana saja yang dianggap tepat oleh peserta didik.
Peserta didik dapat menentukan sendiri cara belajar yang sesuai untuk dirinya. Menyusun rencana belajar dengan memilih sebuah modul dan dipelajarinya sampai selesai dalam batas waktu tertentu, baru kemudian pindah ke modul lain. Peserta didik juga bebas menentukan apakah semua modul akan dipelajari setiap hari. Dalam hal ini masing-masing modul diberi jatah waktu tertentu, misalnya masing-masing 60 menit. Kalau jumlah modulnya ada 4 buah, maka setiap hari belajar 4 x 60 menit=240 menit. Peserta didik juga bebas menentukan media belajar yang akan digunakannya, apakah membaca buku, melihat program video, belajar dengan bantuan komputer, mendengarkan kaset audio, menghadiri diskusi atau seminar, dan sebagainya.


MENGAPA AGROFORESTRY BERBASIS IT ?

Sebagaiamana kita ketahui, bahwa Desa Sokawera dimana PKBM Argowilis Berada merupakan salah satu desa Hutan dari 2059 desa hutan yang ada di Jawa Tengah.

Desa Hutan adalah Desa yang secara langsung berbatasan dengan Hutan.
Sebagian Masyarakat di Desa Sokawera sangat bergantung dengan adanya Hutan dan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya seperti kayu bakar, Hijauan pakan ternak, Air bersih dan sebagian kecil sudah memanfaatkan lahan hutan untuk bercocok tanam.

Dengan bertambahnya penduduk di desa Sokawera dan bertambahnya keluarga baru yang mendirikan perumahan di desa Sokawera menjadikan tanah pertanian maupun perkebunan di lahan milik semakin berkurang, padahal kebutuhan masyarakat akan berbagai hasil pertanian dan perkebunan semakin hari semakin meningkat.Dengan alasan tersebut beberapa tahun kedapan masyarakat akan mulai merambah kawasan hutan untuk bercocok tanam.

Pemanfaatan lahan hutan untuk bercocok tanam harus dilakukan dengan cara – cara yang baik dan benar sehingga tidak mengganggu dan merusak ekosistem hutan. Pemilihan Jenis tanaman yang tepat juga perlu dipikirkan agar kegiatan bercocok tanam dapat berdampak pada Ekonomi , ekologi dan konservasi .

Melalui Program Paket C Rintisan Murni Vokasi Sistem Terbuka ”Agroforestry Berbasis IT” yang dirintis oleh PKBM inilah nantinya akan muncul para petani Hutan yang profesional, Visioner dan Peduli Lingkungan.